Search This Blog

Wednesday, July 31, 2013

ES BUAH YANG TAK KENAL MUSIM


Es buah sepertinya tak bisa dilepaskan dari suasana bulan ramadhan. Betapa tidak, minuman yang sudah lama dikenal di seluruh nusantara ini menjadi takjil yang paling digemari untuk berbuka puasa. Katanya sih es buah adalah salah satu takjil yang rekomendasikan untuk berbuka. Hal ini mungkin karena es buah mengandung potongan-potongan buah segar yang bervitamin sehingga baik bagi tubuh kita yang berpuasa.
Selain menyegarkan, es buah juga sangat mudah untuk dibuat. Mungkin inilah yang menjadi salah satu alasan kenapa es buah sangat digemari. Meski pun sederhana dan mudah tetapi tak jarang umat muslim yang tak mau repot. Mereka lebih memilih membeli daripada membuat. Tak jarang pula mereka kebingungan mencari tempat dimana kira-kira tempat yang menjual es buah segar dan higienis. Nah, bagi anda yang berada di sekitar Kecamatan Seteluk tak usah bingung lagi kemana harus membeli es buah yang ciamik punya. Langsung saja ke Ibu Ida di RT 25 RW 13 Desa Tapir Seteluk. Di sana Ibu Ida siap dengan kedai es buahnya yang segar. Sekantong es buah dari Ibu Ida yang dihargai Rp. 5.000 itu tak hanya mengandung potongan buah-buah segar tetapi yang paling penting adalah kebersihannya yang selalu diperhatikan.
Tak terasa sudah genap 22 hari kita berpuasa. Tinggal menghitung 8 hari lagi hingga akhirnya kita menuju hari kemenangan di Idul Fitri 1434H nanti. Walaupun demikian, bayang-bayang es buah di bulan ramadhan takkan mungkin menghilang begitu saja. Terlebih jika hari sudah menjelang siang dan terasa panas, segarnya es buah seakan semakin mengundang. Tapi tenang saja, es buah dari ibu ida tak kenal musim. Pantas saja es buah dari ibu ida ini terkenal hingga ke desa-desa tetangga. Entah bulan ramadhan atau pun bukan, es buah buatan ibu ida akan selalu siaga di siang hari. (HW_Hendra Winata)

Tuesday, July 23, 2013

KAMPANYE HIV-AIDS OLEH DIKES KSB


Melihat kasus-kasus terkait HIV di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB)  yang semakin mengkhawatirkan, Pemda KSB melalui Dinas Kesehatan KSB turun tangan untuk memberikan semacam pembinaan atau penyuluhan kepada masyarakat KSB khususnya pelajar. Berdasarkan data-data yang diambil dari puskesmas yang berada di wilayah KSB, hingga saat ini di KSB sudah terdapat 36 kasus penderita HIV. Angka ini merupakan angka tertinggi pertama di wilayah Pulau Sumbawa dan angka tertinggi kelima se-NTB. Dari 36 kasus tersebut didominasi oleh remaja usia 14-24 tahun dan diperkirakan jumlah ini akan semakin meningkat jika tidak segera ditanggulangi. “Kami hanya mampu memberikan kampanye ini untuk menghentikan penularan HIV. Kami sungguh berharap siswa-siswa kita dapat memiliki pengetahuan tentang HIV dan bahaya yang ditimbulkannya. Dengan pengetahuan tentang HIV yang mereka miliki mereka dapat mencegah penularan HIV. Tutur Yusfi khalid anggota tim Dikes KSB ketika menyambangi SMKN 1 Seteluk.
Kampanye yang dihadiri sekitar 60 siswa SMKN 1 Seteluk ini berlangsung tadi pagi pukul 10.00 WITA. Dalam kampanye ini siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok dan diberikan masalah yang berbeda-beda tentang HIV-AIDS dan PMS untuk didiskusikan bersama teman sekelompok. Usai diskusi siswa diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya.”Ternyata siswa-siswa kita sudah memiliki pengetahuan awal tentang HIV-AIDS dan PMS. Kami perlu memberikan pengetahuan yang lebih rinci lagi tentang seks bebas berserta bahaya yang ditimbulkannya seperti HIV-AIDS dan PMS dengan harapan siswa-siswa dapat segera mencegah jika sudah tahu dan mengenal HIV-AIDS dan PMS” imbuh Yusfi usai kampanye.
Kesimpulan yang dapat diambil dari kampanye tersebut sudah jelas. Agar tidak terkena HIV-AIDS, mencegah adalah satu-satunya pilihan. Kini siswa-siswa sudah dapat berbesar hati karena sudah tahu persis bagaimana caranya agar tidak terkena HIV-AIDS. Dengan kampanye ini siswa dapat ditegarkan jiwanya untuk menolak narkoba dan tidak melakukan seks bebas. (HW_Hendra Winata)

Wednesday, July 10, 2013

“SEPAT” IKON KULINER SUMBAWA


Banyak orang luar Pulau Sumbawa ketika ditanya mengenai Sepat, mereka mengira itu adalah sebuah nama untuk jenis ikan air tawar. Padahal sebetulnya jika menyebutkan Sepat di Pulau Sumbawa akan diartikan sebagai nama sebuah kuliner khas Pulau Sumbawa. Dari sekian banyak kuliner Sumbawa Sepat-lah yang menjadi favorit masyarakat Sumbawa yang sekaligus dapat dikatakan sebagai ikon kuliner Sumbawa.
Sebenarnya sepat adalah sajian yang mudah dibuat. Hanya saja, sekarang ini banyak pembuat sepat yang semakin kreatif menambahkan ini dan itu sehingga sepat nampaknya sulit sekali dibuat. Bumbu dasar sepat adalah sebuah cabai rawit dihaluskan bersama sehelai asam jawa, garam, dan penyedap. Bumbu yang sudah diulak ditambahkan 2 gelas air putih yang sudah dimasak, ikan bakar, dan terung bakar. Ikan yang dapat digunakan pun bermacam-macam sesuai selera. Dengan memberi irisan daun basil, sepat sederhana sudah dapat dinikmati.
Seiring dengan berjalannya waktu, sepat kini mulai mengalami perkembangan dan “dimodifikasi” sesuai kreatifitas masing-masing pembuat sepat. Seperti misalnya menambahkan kemiri bakar, bawang bakar dan mengganti asam jawa dengan irisan mangga muda atau irisan daging buah jambu mete. Ada pula yang mengganti ikan bakarnya dengan ikan yang digoreng renyah atau ayam bakar. Bahkan ada yang mengganti air putih dengan menggunakan santan.
Menyantap sepat sepertinya kurang rasanya jika tidak dengan mikong. Nah, penasaran kan apa itu mikong?? Mikong adalah sebutan orang sumbawa untuk kerupuk kulit. Dijamin perpaduan sepat dengan mikong sangat luar biasa meneteskan liur anda. Bagi anda yang ingin mencoba bagaimana rasanya sepat, ayo datang ke Pulau Sumbawa, hehehehe. (HW_Hendra Winata)

Monday, July 8, 2013

LAKA LANTAS, 1 KORBAN PATAH TULANG


KM. Mesra Seteluk – Seorang warga Jembatan Kembar (JK) Kecamatan Seteluk terpaksa dilarikan ke Puskesmas Seteluk akibat kecelakaan lalu lintas yang dialaminya tadi pagi pukul 11.00 WITA di lintasan Jalan Raya Tapir tepat di depan bengkel Rinjani Motor Desa Tapir Kecamatan Seteluk.
Kecelakaan berawal dari seorang pengendra sepeda motor yang tidak memiliki nomor plat berniat membelok sepeda motornya ke arah selatan. Namun dari arah Utara datang sepeda motor berkecepatan tinggi yang kehilangan kendali akibat ban motornya yang tiba-tiba pecah. Karena tidak sempat mengelak akhirnya Yamaha Vixion  berplat EA2867HD yang ditunggangi warga JK itu menabrak motor yang sedang berbelok. 
Meski tak menimbulkan korban jiwa, namun pria warga JK yang tak diketahui namanya itu sempat tak sadarkan diri di lokasi kecelakaan akibat dadanya yang terbentuk keras di badan aspal. Menurut keterangan saksi yang membawanya ke puskesmas, saat ini korban belum mampu berbicara karena manahan sakit di bagian dada dan kakinya yang patah. (HW_ Hendra Winata)

Sunday, July 7, 2013

PEMILIHAN KADES TAPIR KECAMATAN SETELUK


KM. Mesra Seteluk - Warga Desa Tapir Kecamatan Seteluk saat ini sedang bersuka cita. Betapa tidak, hari ini (7/7/13) tepat pukul 07.00 warga Desa Tapir merayakan pesta demokrasi tingkat desa, demokrasi pemilihan Kepala Desa Tapir untuk masa jabatan 2013 - 2018. Kegiatan pemilihan ini dilaksanakan di pekarangan samping kantor desa Tapir.
Pada pukul 12.15 suasana TPS Desa Tapir tampak sepi ketika didatangi tim Mesra Seteluk untuk mencoblos. “Disini sudah sepi karena sudah ada 845 dari 967 warga Desa Tapir yang sudah menggunakan hak pilihnya. Kami harus menunggu 122 calon pemilih lagi hingga nanti pukul 13.00” tutur Mustafa S. E., ketua panitia pemilihan kepala desa. 
Sesuai dengan pernyataan Mustafa, pemilihan akhirnya ditutup tepat pukul 13.00 dan saat itu pula penghitungan suara dimulai. Dari 967 daftar pemilih tetap, 255 suara diperoleh calon Kades nomor urut satu yaitu Haris Baharuddin, 173 suara diperoleh calon kades M. Saleh H. I. yang memegang nomor urut 2, dan 404 suara diperoleh calon kades nomor urut 3 yaitu ustad, panggilan akrab dari Zainuddin. Semoga saja pak ustad sebagai kepala desa terpilih dapat mengemban tugasnya sebagai kepala desa dengan baik selama 5 tahun ke depan demi kemajuan desa tapir yang lebih baik. (HW_ Hendra Winata)