Search This Blog

Friday, August 30, 2013

FASILITAS TERBATAS, PTK MENGANTRI VERVAL NUPTK 2013


NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan)merupakan kode identitas unik yang diberikan kepada seluruh Pendidik (Guru) dan Tenaga Kependidikan (Staf) di seluruh satuan pendidikan (Sekolah) di Indonesia. NUPTK menjadi syarat utama yang harus dimiliki oleh seluruh PTK se-Indonesia untuk dapat mengikuti program-program Kementrian Pendidikan antara lain sertifikasi guru, Uji kompetensi, pendidikan dan Latihan. Selain itu NUPTK digunakan sebagai salah satu syarat guru mendapatkan berbagai tunjangan.
Melihat pentingnya NUPTK, seluruh guru dan staf yang sudah memenuhi syarat yang bekerja di sekolah saat ini mestinya memiliki NUPTK termasuk guru dan staf SMKN 1 Seteluk. Selama dua minggu terakhir ini guru dan staf SMKN 1 Seteluk sedikit disibukkan oleh verval NUPTK 2013. Salah yang paling disibukkan oleh kegiatan verval NUPTK 2013 adalah PTK yang ditunjuk sebagai pengelola sistem TIK sekolah Esemka Saset, Helmy Wahyunadi, S. Pd.. Hal ini disebabkan oleh sebagian besar PTK membutuhkan bimbingan dalam verval NUPTK secara online. Ditambah lagi dengan fasilitas jaringan internet yang terbatas hanya untuk tiga orang membuat Helmy harus membantu PTK mengisi data secara online per tiga orang. Meski demikian, hari ini sudah 90% guru esemka saset yang sudah melengkapi data dan berkas untuk pengurusan NUPTK. Diakui helmy, hari Senin seluruh berkas yang terkumpul akan segera dibawa ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumbawa Barat untuk melakukan verval tingkat kabupaten.
Sebagai tambahan informasi, Bagi PTK yang sudah mempunyai NUPTK, LPMP mengintruksikan untuk melakukan pemutakhiran NPUTK. PTK yang tidak melakukan pemutakhiran dalam jangka waktu yang telah ditentukan dianggap mengundurkan diri sebagai PTK dan harus melakukan registrasi lagi pada waktu yang akan datang sesuai dengan keputusan Kemdikbud. (HW_ Hendra Winata)

LAPORAN KEGIATAN MOTIVATOR KM. MESRA SETELUK BULAN JULI 2013


No.
Hari, Tanggal
Bentuk Kegiatan
Materi
Lokasi
Keterangan
1
Senin,
8 Juli 2013
Penyuluhan kesehatan lingkungan
Pentingnya perilaku hidup bersih
Ruang kelas XI Jurusan Teknik Kenderaan Ringan
Pada penyuluhan yang merupakan rangkaian kegiatan MOS itu, tim Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) menyampaikan berbagai perilaku yang dapat mendukung STBM seperti memberantas jentik nyamuk, tidak merokok, membuang sampah pada tempatnya, menggunakan jamban, dan mencuci tangan.
2
Senin,
8 Juli 2013

Diskusi ringan

Tujuan Koramil memberi pelatihan baris berbaris
Lapangan SMKN 1 Seteluk
Merupakan kedua kalinya Koramil Seteluk berkunjung ke SMKN 1 Seteluk untuk memberikan pelatihan awal paskibra tingkat kecamatan. Sebelum memberikan pelatihan, tim pelatih sempat berbincang dengan para guru pendamping siswa paskibra. Martiam menjelaskan, ternyata PBB tak hanya sekedar latihan baris berbaris tetapi mengandung tujuan seperti mempertebal rasa semangat kebangsaan dan patriotisme, menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas, rasa persatuan, dan sikap disiplin.
3
Sabtu,
13 Juli 2013
Rapat dewan guru
Pengarahan KBM untuk TP 2013/2014 dan analisis jumlah siswa pendaftar
Ruang guru SMKN 1 Seteluk
Rapat yang dihadiri seluruh guru itu diisi dengan menganalisis jumlah siswa baru TP 2013/2014 yang terbagi menjadi 4 jurusan. Selain itu dalam rapat telah diputuskan bahwa esemka saset akan membentuk tim kedisiplinan  yang di koordinir oleh wakasek akademik. Hal ini dimaksudkan agar guru dan staf semakin meningkatkan kinerjanya di  Esemka Saset.
4
Senin,
15 Juli 2013
Rapat dewan guru
Penyambutan Kepsek yang baru
Ruang guru SMKN 1 Seteluk
Kepala sekolah menghimbau untuk saling mendukung dan menjalin komunikasi antarsesama warga sekolah demi berjalannya program kerja dan kemajuan sekolah. Melihat potensi-potensi yang ada di lingkungan sekolah seperti lahan yang luas, kopsis, kantin, dan layanan fotocopy, Kepsek berniat untuk memanfaatkan potensi itu untuk kesejahteraan warga sekolah
5
Minggu,
7 Juli 2013
Bincang ringan
Pemilihan kades
Lapangan sebelah Selatan kantor desa Tapir yang baru
Panitia pemilihan kades rempe menaksir calon kades nomor urut 3 atas nama pak ustadz yang akan maju sebagai kades baru. Hal ini diperkuat oleh penilaian yang baik sebagian masyarakat Tapir atas kinerja pak ustadz selama ini di daerah Desa Tapir.
6
Senin,
22 Juli 2013
Kampanye HIV-AIDS
Dampak prilaku seks bebas
Ruang Kelas Multimedia
Melihat kasus-kasus terkait HIV di wilayah KSB  yang semakin mengkhawatirkan, Pemda KSB melalui Dikes KSB turun tangan untuk memberikan semacam pembinaan atau penyuluhan kepada masyarakat KSB khususnya pelajar. Dalam kampanye ini siswa berdiskusi dengan teman kelompoknya mengenai dampak dari seks bebas seperti HIV dan PMS.
7
Sabtu,
27 juli 2013
Diskusi ringan
Turunnya harga emas
Ruang Wakasek SMKN 1 Seteluk
Turunnya harga emas di indonesia disebabkan oleh turunnya permintan emas di negara India dan Cina yang merupakan dua negara terbesar pengimpor emas. Pertumbuhan ekonomi yang melambat di kedua negara tersebut mempengaruhi harga emas dunia. Salah satu warga yang merasakan dampak itu adalah Pak Syaiful yang terpaksa harus membayar perpanjangan emas yang digadainya lebih dari 2 kali lipat jumlah seharusnya.
                                                                                                                                                   (HW_ Hendra Winata)

Wednesday, August 28, 2013

SUDAHKAH TINDAKAN MAAF-MEMAAFKAN TERDAPAT PADA ACARA HALAL BI HALAL?


Tiga minggu sudah Hari Raya Idul Fitri 1434H berlalu. Meski begitu suasana kemenangan itu masih terasa sampai sekarang ini. Masyarakat Indonesia pun masih berhalal bi halal satu sama lain untuk membersihkan diri dari segala dosa terhadap sesama dan kepada Allah SWT. Sebagai kelanjutan dari Hari Raya Idul Fitri tersebut, masyarakat Indonesia biasanya mengadakan acara berkumpul bersama di suatu tempat untuk saling bersilaturrahmi dan maaf-memaafkan, biasa disebut acara halal bi halal. Tetapi benarkah dalam acara halal bi halal itu terdapat esensi maaf-memaafkan yang sebenarnya? Mari terlebih dahulu kita pahami pengertian dari halal bi halal.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memberikan arti halal bi halal sebagai hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan. Merupakan suatu kebiasaan khas masyarakat Indonesia untuk mengadakan acara halal bi halal di sebuah tempat (auditorium, aula, dan sebagainya) oleh sekelompok orang. Berhalal bi halal artinya bermaaf-maafan pada lebaran dengan segenap sanak keluarga dan handai tolan.
Agus Pahrudin dalam tulisannya di lampost.com, menjelaskan secara rinci tentang halal bi halal. Agus menerangkan bahwa tindakan maaf memaafkan yang dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu memaafkan kesalahan, menghabiskan kesalahan, dan mengampuni kesalahan yang ketiga-tiganya dapat disimpulkan sebagai mengikhlaskan satu sama lain. Saling mengikhlaskan atau saling memaafkan disini juga mesti memperlihatkan muka yang jernih, bersalaman dan memulai persahabatan dengan lembaran (suasana) baru, tidak mengingat-ingat kembali kesalahan yang dilakukan terhadap kita, dan membalas kesalahan dengan kebajikan.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa halal bi halal berarti saling memaafkan atau saling mengikhlaskan kesalahan satu sama lain. Sebagai ungkapan dari kata maaf, saling bersalaman pun mestinya dilakukan dengan orang yang kita mintai maaf. Kata halal yang merupakan antonim dari haram, seperti yang kita ketahui artinya adalah “diperbolehkan”. Sebagai contoh makanan yang halal adalah makanan yang diperbolehkan untuk dimakan karena tidak mengandung unsur-unsur yang diharamkan menurut ajaran islam. Demikian pula jika kata halal diinterpretasikan ke tindakan maaf-memaafkan pada suasana Idul Fitri, maka yang semula dua orang yang tidak bertegur sapa (sesuatu yang tidak diperbolehkan alias haram menurut islam) sehingga di Hari Idul Fitri dua orang tersebut harus menghalalkan kembali apa yang semula diharamkan dengan cara kembali bertegur sapa dan memulai persahabatan yang baik.
Halal bi halal yang sudah dijelaskan di atas jika dihubungkan dengan acara halal bi halal yang terdapat di Indonesia, nampaknya masih jauh dari pengertian yang seharusnya. Menurut KBBI ternyata acara halal bi halal merupakan tradisi khas bangsa Indonesia. Dengan kata lain acara halal bi halal hanya terdapat di Indonesia dan negara-negara serumpun. Acara halal bi halal di Indonesia yang sering kita jumpai, di daerah Sumbawa misalnya, memang umum dilakukan dengan berkumpul di suatu tempat. Di sanalah orang-orang yang berkumpul diberi ceramah singkat yang ada kaitannya dengan halal bi halal, ramadhan, ataupun Idul Fitri. Di sana terdapat pula kegiatan pementasan berbagai kesenian dari kerabat-kerabat. Di samping itu, panitia acara juga membagikan hadiah kepada para pemenang berbagai lomba yang sudah dilaksanakan pada hari sebelum acara halal bi halal. Lalu, dimanakah esensi maaf-memaafkan yang seharusnya ditemukan di tradisi acara halal bi halal? Hanya orang-orang tertentu yang mengucapkan kata-kata maaf seperti ketua panitia yang meminta maaf kepada tamu undangan dalam sambutannya di acara itu, atau orang-orang penting yang berkesempatan tampil di depan memberikan sambutan. Begitu acara selesai, biasanya para tamu undangan langsung membubarkan diri tanpa harus bermaaf-maafan di antara mereka. Apakah seperti itu halal bi halal yang benar? Sudahkah para tamu undangan saling mengiklaskan? Ini jelas merupakan suatu kekeliruan dalam mengartikan kata halal.
Jika diperhatikan dengan seksama, tradisi halal bi halal yang ada di Sumbawa sebetulnya lebih mengedepankan nilai seni dan kreatifitas di depan panggung. Selebihnya perkataan maaf dari panitia dan orang-orang yang berkesempatan tampil di depan panggung hanyalah pengantar ke sesi berikutnya yang selalu dinantikan para tamu undangan, sesi hiburan. Begitu sesi hiburan berakhir, maka berakhir pula acara halal bi halal itu dengan do’a di penghujung acara. Sekali lagi, ini tradisi yang perlu diubah menjadi tradisi yang benar-benar mencerminkan kata halal bi halal. Bukan berarti acara halal bi halal yang dilaksanakan selama ini salah. Tetapi perlu diperbaiki lagi sehingga tradisi acara halal bi halal dapat memberikan kesempatan kepada orang-orang yang ada di dalamnya untuk saling bersalam-salaman dan memaafkan dengan hati yang ikhlas. Dengan demikian, makna kata halal bi halal yang sesungguhnya dapat terlihat dalam acara itu.
Meski belum mencerminkan makna kata halal bi halal dalam tradisi acara halal bi halal yang ada, terdapa hal yang positif yang dapat dikembangkan. Seperti kreatifitas remaja-remaja panitia dalam memberikan hiburan kepada orang-orang yang datang pada acara itu. Untuk kepentingan kesenian, semoga saja dengan adanya tradisi acara halal bi halal ini dapat memberikan kesempatan kepada anak-anak muda dalam mengasah kreatifitasnya di bidang kesenian seperti kesenian daerah, kasidah, dan drama. (HW_ Hendra Winata)


Sumber:
1.    Pahrudin, A. 2013. Renungan Idul Fitri 1434 H: Makna Halal Bihalal. Tersedia pada http://lampost.co/berita/renungan-idul-fitri-1434-h-makna-halal-bihalal. Diakses pada tanggal 26 Agustus 2013 pukul 13.00 WITA.
2.    Setiawan, E. 2012. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi online/daring. Tersedia pada http://kbbi.web.id/halalbihalal. Diakses pada tanggal 26 Agustus 2013 pukul 11.30 WITA.