Search This Blog

Wednesday, March 21, 2012

GELONDONG MERAMBAH KAWASAN PENDIDIKAN


Km Mesraseteluk-(20/3/2012)  Tambang rakyat dan gelondongan kian merebak di Kabupaten Sumbawa Barat. Hal ini sangat disayangkan karena penambang dan pemilik gelondong masih minim pengetahuannya tentang pertambangan, terutama tentang proses dan bahaya yang akan ditimbulkan di kemudian hari. Mereka hanya mementingkan keuntungan pribadi tetapi mereka tidak mau tahu apa dampak yang akan ditimbulkan kelak terhadap anak cucu mereka. Kecamatan Seteluk salah satunya,kita bisa melihat secara langsung di sepanjang jalan mulai dari desa Meraran yang merupakan desa perbatasan dengan kecamatan Taliwang,  sampai desa Tapir yang merupakan bagian dari kecamatan Seteluk  banyak berdirinya bangunan-bangunan yng terbuat dari bambu dan beratapkan terpal yang menjadi tempat dilakukannya gelondongan batu emas.
Sekilas kita melihat adanya bangunan-bangunan tersebut di sepanjang jalan dari Taliwang menuju ke kecamatan Seteluk tidak mengganggu aktivitas masyarakat yang ada dilingkungan sekitarnya karena sebagian dari mereka merasa untung dengan adanya gelondongan. Tapi mari kita renungkan, kita pikirkan jika bangunan-bangunan tempat mesin gelondong itu berada di kawasann pendidikan. Apa yang akan terjadi?
 Sekitar sepuluh meter dari SMKN I Seteluk terdapat lahan perkebunan, di lahan ini  berjejer tempat-tempat gelondongan. Dalam proses gelondongan tentunya membutuhkan mesin diesel untuk menggerakkan gelondong. Dapat kita bayangan suara bisingnya mesin diesel serta putaran gelondong yang setiap hari dapat mengganggu proses balajar mengajar yang terjadi di sekolah tersebut. Begitu juga di kawasan SDN 2 Air Suning sekitar 50 meter banyak terdapat tempat gelondong,hal tersebut juga dapat mengganggu konsentrasi siswa-siswa bahkan para tenaga pengajar dalam menyampaikan materi pelajaran. Oleh karena itu, kami berharap kepada pemerintah yang terkait, agar lebih memikirkan jalan terbaik atau solusi untuk masalah yang cukup memprihatinkan ini. ( Delfy R A )

Thursday, February 2, 2012

Laporan Kegiatan Motivator


LAPORAN KEGIATAN MOTIVATOR KM “mesraseteluk” BULAN JANUARI 2012
NO
Hari, tanggal
Bentuk Kegiatan
Materi Kegiatan
Lokasi
Ket
1
Selasa,3 Januari
Diskusi Perkembangan KM
Perkembangan KM mesraseteluk dan serambibrang rea
SMKN 1 Seteluk
Bersama coordinator KM serambibrangrea
2
Rabu, 4  Januari
Bertemu dengan Sekdes  Air Suning
Memperkenalkan keberadaan KM mesraseteluk
Rumah sekdes Air Suning
Bertamu ke rumah Sekdes Air Suning
3
Rabu, 18 Januari
Diskusi tentang musim tanam tahun ini
Cara menjaga tanaman padi dengan keadaan cuaca yang tidak menentu
Rumah di areal persawahan
Bersama para petani
4
minggu, 22 januari
Berkunjung ke Kadus Mongal Desa Tapir kec. Seteluk
Memperkenalkan keberadaan KM mesraseteluk
Rumah kadus Mongal
Merespon keberadaan kampung media
5
Senin, 23 Januari
Bincang-bincang  di atas kebun/ladang
Diskusi tentang tanaman yang cocok di pada tanah yang kadar airnya kurang
Ladang pak Ibrahim
Sambil bakar jagung
6
Selasa, 24 Januari
Berkunjung ke rumah ketua Remaja Masjid Nurul Yakin
Diskusi tentang program remaja masjid menghadapi Maulid Nabi
Rumah Ketua Remaja Masjid
Ketua Remaja Masjid Nurul Yakin H. Jino Swito
7
Rabu, 25 Januari
Bincang-bicang dengan Kepala TK PGRI Desa Air Suning
Diskusi tentang bagaimana langkah meningkatkan mutu TK PGRI Desa Air Suning
Rumah Kepala TK PGRI Desa Air Suning
Kepala TK PGRI Pak Agus Salim
8
Kamis, 26 Januari
Bertemu Anggota
Memotivasi untuk terus membuat tulisan dalam Kampung media
Rumah satu anggota KM mesraseteluk
Hamdan Basran, SPd
9
Sabtu, 27 Januari
Bertemu dengan petani Desa Air Suning
Berbincang tentang pupuk yang langka
Persawahan Desa Air Suning
H. Mahdi Iko
10
Sabtu, 28 Januari
Diskusi dengan kepala Desa Lamusung Kec. Seteluk
Sosialisasi tentang keberadaan KM mesraseteluk
Rumah Kepala Desa Lamusung
Pak Dadang
11
Minggu, 29 Januari
Bincang-bincang dengan staf Desa Air Suning
Diskusi tentang dampak mercury terhadap lingkungan
Rumah salah seorang staf Desa Air Suning
Pak Saefuddin
12
Senin, 30 Januari
Bincang-bincang dengan anggota Karang Taruna Desa Air Suning
Sosialisasi tentang keberadaan KM mesraseteluk
Di depan rumah pak Saefuddin
Andi, Hermanto, dan Ali Sanapiah
13
Selasa, 31 Januari
Bincang-bincang malam bersama tetangga
Mendiskusikan bagaiama cara menjaga kesehatan pada musim penghujan
Di teras rumah
H. Hasan Mulid, H. Mahdi, dan Jamaluddin

                                                                                                                                    Seteluk, 1 Februari 2012
                                                                                                                                    Motivator,

                                                                                                                                    M. Azmi, S.Pd

Monday, January 30, 2012

Rasa Itu


Ada rasa
duka, pilu, sedih, sunyi, sepi

Timbul rasa
curiga,  perih, pedih, benci
menyerang, mengerang, menerjang, meradang
sakit......luka menganga
hati terpenjara
jiwa terbelenggu
raga merontah

hidup sebatas angan
hidup tersakiti
hidup  mencengkram

( By : Delfy Rezqya A )

Saturday, January 28, 2012

Maaf Pesawat Rusak......!!!!!!


Diceritakan di sebuah kampung hiduplah sepasang kekasih si Amat dan si Minah yang sudah lama menjalin hubungan kasih berencana dan sepakat untuk mengakhiri masa lajang mereka.
Menurut kebiasaan di kampung tersebut bahwa setiap calon pengantin sebelum akad nikah dilaksanakan, mereka diberikan diberikan petuah oleh para tetua adat atau orang yang dituakan dikampung tersebut. Kebetualan yang memberikan petuah untuk para pengantin adalah orang tua mempelai pria.
Kata si bapak kepada si anak: “kalau kita sudah berumah tangga kita harus bertanggung jawab pada pasangan kita”. Si anak hanya bisa diam dan mengiyakan petuah si bapak.
Petuah demi petuah sudah diberikan, akhirnya masuklah kepada poin inti yakni bagaimana cara menghadapi malam pertama.
Kata si bapak: “nanti kalau kamu malam pertama kamu harus pintar-pintar merayu dan jangan kamu langsung main tabrak aja”.
Si anak:”bagaimana dong caranya pak biar saya bisa malam pertama dengan sempurna, bapak tahu sendiri saya orangnya pemalu?” sahut si anak denga rasa ingin tahunya. ”kamu harus menggunakan bahasa kode karena itu yang bapak lakukan sama ibu kamu dulu dan bahasa kode ini yang dipakai oleh nenek moyang kita” jawab si bapak.
“Apa bahasa kodenya…?” sambung si anak makin penasaran.
Kata si bapak: “Begitu kalian sudah bersama dalam satu ranjang kamu harus mulai mengatakan Pesawat mau mendarat, dan istri kamu akan menjawab dengan mengatakan Landasan siap, barulah  perhelatan dahsyat bisa dimulai”.
“Bagaimana kalau istri saya tidak menegetahui bahasa kode ini, sekarang dia tidak ada di sini bersama kita?” sahut si anak dengan penuh keraguan.
“kamu tenang saja, pasti ibu kamu sudah kasi tahu dia, kamu terima beres saja nak….”. jawab si bapak sambil memberi semangat kepada anaknya.
Akhirnya tibalah sudah malam yang dinantikan, setelah akad nikah sudah selasai malampun mulai larut dan para tamu sudah pulang, kedua mempelai bersiap-siap untuk ke kamar. Setelah mereka sudah sampai diranjang, merekapun langsung tidur dan mereka bingung apa yang harus mereka lakukan sehingga suasana malam itu sangat hening, barulah si Amat ingat pelajaran yang didapat dari sang bapak.
Akhirya si Amat mengakhiri keheningan itu dengan mulai mengatakan “Pesawat mau mendarat”, si Minah hanya tersenyum dan tidak membalas karena dia bingung dengan ucapan suaminya. Karena penasaran apakah si Minah sedang menguji kesabarannya atau si Minah memang tidak tahu sama sekali tentang bahasa kode yang dia ungkapkan, akhirnya si Amat mengulangi kata-kata “ Pesawat mau mendarat” sampai tiga kali dan ternyata si Minah hanya merespon dengan senyum dan dengan wajah kebingungan. Si Amat sangat kecewa, ternya istrinya memang betul tidak faham dengan bahasa kode yang dia gunakan, akhirnya si Amat menghela nafas panjang dan melewati malam pertamanya dengan rasa kecewa yang teramat sangat.
Keesokan harinya si Minah dengan rasa penasaran memberanikan diri untuk bertanya kepada ibu mertuanya tentang ungkapan yang dia dengar dari suaminya.
Minah :”ibu saya ingin bertanya tapi ibu jangan marah”.
Si Ibu :”apa gerangan yang ingin kamu tanyakan anaku tersayang?”
Minah :”tadi malam saya bingung dengan kata-kata yang diucapkan oleh suami saya, dia katakan “Pesawat mau mendarata”, kata-kata ini dia ulang sampai tiga kali, ibu tahu apa kira-kira maksud suami saya?”
Si Ibu :”Astagaaaa….sekarang saya baru ingat nak, itu adalah bahasa kode yang biasa dipakai oleh para pengantin baru di waktu mereka malam pertama tapi ibu betul-betul lupa kasi tahu kamu nak……terus kamu balas kata-kata suami kamu dengan apa…?”
Minah :”yaa…saya hanya senyum saja karena saya bingung bu…”.
Si Ibu :”nanti kalau suami kamu mengatakan “Pesawat mau mendarat” kamu harus membalasnya dengan mengatakan “Landasan siap”.
Minah :”oke kalau begitu bu nanti malam saya akan lakukan hal itu”.
Malampun tiba dan ini adalah malam kedua bagi kedua pasangan muda ini, merkapun langsung bergegas ke kamar. Setelah keduanya berada ditempat tidur keheninganpun mulai menyelimuti, si Minah betanya-tanya dalam hati kenapa suami saya diam saja, kenapa dia tidak mengungkapkan bahasa kode itu atau apakah dia kecewa dengan sikap saya. Seribu satu macam pertanyaan muncul dalam benak si Minah, akhirnya dia berinisiatif untuk memulai mengatasai keheningan dengan mengatakan “Landasan siap” dengan sangat lembut. Karena sudah jengkel dan sangat kecewa, si Amat langsung saja membalas kata-kata istrinya dengan mengatakan “Maaf Pesawat Rusak……!!!!!” sambil menarik selimut dan langsung membelakangi istrinya. (Amydaska)

Thursday, January 19, 2012

KENIKMATAN JALAN RAYA MANTAR



Kondisi jalan yang menuju Desa Mantar, salah satu Desa Terpencil di wilayah KSB tepatnya di Kec. Poto Tano, semakin buruk. Keadaan itu terlihat sepanjang jalan.
Ketika musim kemarau, batu-batu lepas akan menjadi tantangan tersendiri melewati jalan Mantar. Jalan menanjak diwarnai batu lepas dan debu akan menyulitkan perjalananan menggunakan sepeda motor, karena sampai saat ini mobil biasa belum mampu melintas di jalan ini, melainkan hanya mobil khusus bantuan Pemda setempat