|
No
|
Hari,
tanggal
|
Bentuk
kegiatan
|
materi
|
lokasi
|
keterangan
|
Tanda
tangan
|
|
1
|
Rabu,
6 Februari 2013
|
Bincang
ringan
|
Berkurangnya pohon asam di daerah
Sumbawa
|
SMKN 1 Seteluk
|
Bersama
Pak Mashuri S. E. membicarakan problema
berkurangnya pohon asam di Sumbawa Khususnya daerah KSB yang semakin
parah. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan masyarakat KSB akan lahan dan bahan
bangunan terutama kayu yang semakin meningkat.
|
|
|
2
|
Kamis,
14 Februari 2013
|
Bincang
ringan
|
Keuntungan berjualan bensin yang
cukup menjanjikan
|
Di depan kios Bi Odeng
|
Dalam
sehari Bi Odeng dapat menempuh jarak 3 kali Desa Tapir-Kota Taliwang dengan
sepeda motornya untuk membeli bensin sebanyak 4 jerigen isi 20 liter. Bisnis berjualan bensin menurut Bi Odeng cukup
menjanjikan. Dengan keuntungan rata-rata Rp. 50.000,00 perhari sudah cukup
bagi Bi Odeng untuk keperluan sehari-hari.
|
|
|
3
|
Rabu,
20 Februari 2013
|
Bincang
ringan
|
Kondisi jalan raya di KSB yang
semakin membaik
|
Rumah Hj. Fatimah
|
Berkat
upaya yang dilakukan pemerintah
daerah, kondisi jalan raya dari Kecamatan Seteluk hingga Kota Taliwang kini sedang
dalam perbaikan dan sudah semakin membaik. Daerah Seteluk hingga Airsuning
jalan raya terlihat sedikit bertambah lebar sekitar 20cm.
|
|
|
4
|
Senin,
25
Februari 2013
|
Bincang
ringan
|
Wilayah
Desa Tapir Kecamatan Seteluk tidak disinggahi truk pengangkut sampah
|
Rumah Hendra Winata
|
Bersama
sanak saudara yang datang dari Sumbawa
Besar kami membicarakan problema sampah yang menumpuk di sungai daerah Tapir.
Terdapat satu box sampah di daerah Seteluk. Seharusnya setiap desa memiliki
fasilitas box sampah sehingga dapat disinggahi truk pengangkut sampah. Dengan
demikian masyarakat tidak lagi membuang sampah di sungai.
|
|
Search This Blog
Monday, March 4, 2013
LAPORAN KEGIATAN MOTIVATOR KM. MESRA SETELUK BULAN FEBRUARI 2013
Thursday, February 28, 2013
MENGHADAPI UN, US PUN RESMI DIGELAR
Nampaknya
siswa-siswa kelas akhir kini mulai terlihat sangat sibuk dengan akitivitasnya
di masing-masing sekolah. Pasalnya mulai hari ini mereka akan mengikuti
evaluasi rutin tahunan yaitu Ujian Sekolah dan akan dilanjutkan dengan Ujian
Nasional. Tak terkecuali siswa-siswi SMKN 1 Seteluk.
Berdasarkan
keputusan Kepala Sekolah SMKN 1 Seteluk No. 423.7/502/Pos Us/Smkn 1 stl/II/2013
tanggal 13 Februari 2013 tentang POS Ujian SMKN 1 Seteluk, Ujian Sekolah yang
terdiri dari ujian teori dan praktik resmi digelar hari ini tanggal 28 Februari
2013. Tak hanya SMKN 1 Seteluk, keputusan ini telah disepakati oleh seluruh SMK
se-KSB melalui MKKS (Musyawarah Kelompok Kerja Kepala Sekolah) yang akan
melaksanakan ujian praktik mulai 28 Februari - 2 Maret 2013. Sedangkan ujian
teori akan dilaksanakan pada tanggal 4 - 9 Maret 2013. SMKN 1 Seteluk sendiri
akan melaksanakan uji kompetensi dengan sistem paralel sebagai tambahan pada
ujian teori yaitu pada tanggal 11 - 14 Maret 2013 untuk jurusan Agribisnis
Perikanan dan Busan Butik. Sementara itu, jurusan Teknik Kenderaan Ringan telah
diuji kompetensinya pada tanggal 25 - 27 Februari 2013.
Syarat
bagi siswa yang akan mengikuti ujian sekolah pun telah dikeluarkan oleh pihak
SMKN 1 Seteluk sejak 3 minggu sebelum Ujian Sekolah dimulai. Syarat ini sudah
jauh-jauh hari dirapatkan bersama orang tua siswa kelas III pada rapat komite. Terkuak
dalam syarat tersebut, siswa-siswi dapat mengikuti Ujian Sekolah jika telah
melunasi komite dan OSIS serta mengembalikan buku pinjaman kepada perpustakaan
yang dibuktikan dengan kartu kendali. Adanya kartu kendali ini diharapkan siswa
SMKN 1 seteluk tertib melaksanakan kewajibannya sebelum mendapatkan haknya
mengikuti Ujian Sekolah.
Ujian Sekolah yang
sudah dimulai hari ini tentu dapat dijadikan ajang persiapan diri dalam
menghadapi ujian yang tak kalah pentingnya yaitu Ujian Nasional. Dengan
demikian, semoga siswa-siswi kita dapat menjalani Ujian Sekolah dengan lancar
tanpa kendala. (HW_ Hendra Winata)
Monday, February 18, 2013
“PELAYANAN EKSKLUSIF” PETUGAS PARKIR PASAR TALIWANG
Tidak ada yang berbeda dari
pemandangan tempat parkir bagian depan pasar baru Taliwang dengan tempat-tempat
parkir lainnya. Seperti tempat-tempat lainnya, terlihat sepeda motor yang
berjejer rapi dan para petugas parkir sibuk dengan aktifitasnya masing-masing.
Namun, jika kita mencoba memarkir kenderaan roda dua di pasar baru Taliwang
maka akan terasa di mana letak perbedaannya. Ya, pelayanan dari petugas
parkirnya-lah yang membuat tempat parkir ini berbeda.
Pengalaman saya memarkir sepeda
motor di tempat lain sangat kontras dengan pelayanan yang didapatkan di tempat
parkir pasar Taliwang ini. Jika di tempat lain para pengunjung mengatur sendiri
posisi sepeda motornya sementara petugas parkirnya hanya berdiri memberi arahan
dengan menggunakan peluit. Helm pun harus benar-benar diamankan agar tidak
hilang. Tapi di tempat parkir pasar baru Taliwang ini pengunjung sungguh “dimanjakan”
oleh pelayanan petugas parkir. Di saat tiba di tempat parkir pengunjung
diberhentikan sekitar 2 meter dari tempat parkir. Sambil mendekati pengunjung
kenal atau pun tidak petugas parkir selalu memberikan senyuman dan biasanya
sedikit canda tawa. Pengunjung boleh meninggalkan sepeda motornya karena
petugas parkir ini siap mengaturnya dengan rapi dan helm pun boleh ditinggalkan
tanpa khawatir akan kehilangan.
Sebut saja pak Ali Baharun, salah
satu petugas parkir di sana. Pak Ali yang sudah setahun lebih bekerja sebagai
petugas parkir menjalani tugasnya dengan tulus. “tidak ada salahnya kita
tersenyum dan bercanda dengan orang lain walaupun tidak kenal. Selama itu
membuat kita dan orang lain senang, kenapa tidak?” begitu beliau menuturkan.
Etos kerja pak Ali Baharun patut
ditiru oleh petugas parkir yang lain. Pengunjung tidak terlalu mengharapkan
sepeda motornya diatur oleh petugas parkir namun keamanan dan keramahtamahan tentu
akan memberikan rasa yang nyaman bagi setiap pengunjung. Tanpa harus menjadi
petugas parkir, semoga kita pun dapat meniru etos kerja pak Ali Baharun yang
menjalani tugasnya dengan tulus. (HW_Hendra
Winata)
Saturday, February 9, 2013
PELATIHAN RUTIN UPACARA SENIN SMKN 1 SETELUK
Meskipun di bawah terik matahari yang menyengat, siswa-siswi SMKN 1 Seteluk
ini tetap semangat melakukan latihan upacara sebagai persiapan untuk upacara hari
Senin 11 Februari mendatang. Pelatihan ini rutin dilakukan di lapangan SMKN 1 Seteluk
setiap hari Jum’at atau Sabtu di sela-sela waktu istirahat.
Pelatihan yang
dibimbing oleh Bapak Kanahan, S. Pd. ini
biasanya diikuti oleh siswa-siswi yang memang mendapat giliran untuk menjadi
petugas upacara. Dengan pelatihan ini diharapkan upacara yang akan berlangsung
lusa dapat berjalan dengan lancar dan hikmat. Amin. (HW_Hendra Winata)
“SIRA SEPING” SAMBAL MUSIMAN KHAS SUMBAWA
Jika Malang terkenal dengan buah apelnya dan Bali terkenal dengan buah salak balinya,
lain lagi dengan pulau Sumbawa yang terkenal dengan buah asam jawanya. Entah
kenapa buah ini disebut asam jawa namun yang jelas pohon asam jawa ini cukup
banyak ditemukan di daerah Sumbawa. Masyarakat Sumbawa sendiri gemar
menggunakan buah asam jawa terutama sebagai bahan masakan. Jadi, jangan heran
jika masakan-masakan khas Sumbawa rasanya sedikit asam.
Salah
satu masakan khas Sumbawa yang menggunakan asam jawa sebagai bahan utamanya
adalah Sira Seping. Sira artinya sambal dan seping artinya buah asam jawa yang masih
muda. Jika diartikan sira seping
adalah sambal buah asam muda. Sira seping
hanya dapat dibuat pada musim pohon asam jawa berbuah muda tanpa biji yaitu
pada bulan Januari hingga Maret. Jika musim seping tiba biasanya masyarakat
Sumbawa akan membuat sira seping dan
mulai meninggalkan kebiasaan menggunakan tomat sebagai bahan sambal. Cara
membuat sira seping cukup mudah. Anda
tinggal menggilis sampai halus semua bahan sambal yang terdiri dari cabe rawit,
terasi, garam, sedikit penyedap, dan tidak lupa segenggam seping sebagai pengganti tomat.
Memasuki
bulan April buah asam jawa akan mulai berubah menjadi buah matang yang disebut bage. Tibanya musim bage ini menandakan saatnya berhenti membuat sira seping dan mulai membuat masakan-masakan khas Sumbawa lainnya yang berbahan bage.
Sedikit disayangkan,
kini pohon asam jawa sudah jarang ditemukan di daerah Sumbawa. Menurut Masyuri,
S. E. yang pernah menulis artikel pohon asam jawa yang tumbuh di Sumbawa, pohon
asam kini sudah berkurang populasinya seiring dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten
Sumbawa Barat akan lahan dan bahan bangunan yang semakin meningkat. Melihat
kondisi ini diharapkan agar masyarakat Sumbawa lebih peduli akan lingkungan
sekitar dengan tetap menjaga populasi makhluk hidup yang ada. (HW_ Hendra Winata)
Subscribe to:
Posts (Atom)



