Search This Blog

Thursday, September 26, 2013

LAPORAN KEGIATAN MOTIVATOR KM. MESRA SETELUK BULAN AGUSTUS 2013

No.
Hari, Tanggal
Bentuk Kegiatan
Materi
Lokasi
Keterangan
1
Kamis,
22 Agustus 2013
Rapat Dewan Guru
Penyamaan persepsi tentang tugas dan fungsi guru dan pegawai
Ruang Guru
Dalam rapat penyamaan persepsi tentang tugas dan fungsi guru dan pegawai itu membahas tugas-tugas yang harus dilaksanakan masing-masing guru dan pegawai kependidikan. Kepala sekolah berharap jangan sampai tugas-tugas itu bercampur baur satu sama lain agar kinerja masing-masing personil sekolah dapat dimaksimal.
2
Sabtu,
3 Agustus 2013

Gotong Royong

-
Area SMKN 1 Seteluk
Gotong menjadi agenda wajib bagi SMKN 1 Seteluk untuk melakukan gotong-royong membersihkan area sekolah sebelum libur.  Hal ini dimaksudkan agar siswa-siswa tidak perlu lagi repot-repot membersihkan area sekolah pada saat hari pertama masuk sekolah setelah libur dan siap untuk belajar.
3
Selasa,
13 Agustus 2013
Bincang Ringan
Peresmian taman wisata air danau lebo
Rumah Ibu Ida
Setelah sekian lama terbengkalai, akhirnya infrastruktur Wahana wisata keluarga danau Lebo telah selesai dibangun dan diresmikan pada tanggal 11 Agustus kemarin. Peresmian tersebut digelar dengan mengadakan berbagai festival.
4
Rabu, 21
Agustus 2013
Pentas Seni Halal Bi Halal
-
Kantor Desa Tapir
Sebagai pra acara halal bihalal, masyarakat Seteluk biasanya mengadakan berbagai jenis kompetisi. Seperti bulu tangkis, takraw, lari karung, karaoke, mengaji, dan adzan. Namun, untuk pertama kalinya anggota karang taruna yang tergabung dalam panitia halal bi halal mengadakan kompetisi peragaan busana muslim tingkat anak-anak. Pemenang dari berbagai kompetisi akan memdapatkan hadiahnya pada malam puncak halal bi halal pada malam Minggu.
5
Sabtu, 24 Agustus 2013
Partisipasi acara halal bi halal
Malam puncak halal bihalal
Lapangan Desa Tapir Kecamatan Seteluk
Tradisi acara halal bi halal biasa dilaksanakan panitia setelah 2 atau 3 minggu setelah idul fitri. Saya menilai tradisi acara halal bi halal yang diadakan panitia ini belum memberi kesempatan kepada orang-orang yang hadir di sana untuk saling memaafkan. Hal yang menjadi inti dalam acara ini menurut pandangan saya adalah pementasan seni dari masyarakat setempat. Meski belum mencerminkan makna halal bi halal yang sebenarnya, namun acara ini patut dihargai karena dengan adanya acara halal bi halal ini, masyarakat Tapir khususnya para remaja Tapir dapat mengambil kesempatan untuk mengasah bakat seninya.

                                                                                                                             (HW_Hendra winata)

Tuesday, September 24, 2013

ADAT PERNIKAHAN SUMBAWA


Setiap daerah memiliki kultur masing-masing. Termasuk kultur yang sakral seperti pernikahan. Hal inilah yang membuat setiap daerah di Indonesia unik dengan ciri khas masing-masing. Seperti halnya kultur pernikahan daerah lain di Indonesia, daerah Sumbawa memiliki cara tersendiri dalam menggelar upacara sakral itu mulai dari silaturrahmi antara kedua belah pihak keluarga hingga akhirnya resepsi pernikahan pun terlaksana. Berikut tahap-tahap yang ada dalam kultur pernikahan Sumbawa beserta istilah-istilah Sumbawa yang digunakan.
1.      BAJAJAK
Bajajak artinya membongkar. Dalam istilah Sumbawa bajajak merupakah pertemuan kedua belah pihak keluarga. Seorang pria yang menaruh hati pada seorang perempuan akan mengutus keluarganya mendatangi keluarga pihak perempuan untuk mengetahui apakah perempuan tersebut sudah dipinang orang lain atau belum. Jika tidak maka pihak laki-laki akan menyatakan maksud kedatangan mereka untuk melamar si perempuan. Pada tahap bajajak biasanya pihak laki-laki mengutus kerabat dekatnya seperti saudara perempuan atau bibi. Si gadis yang ternyata belum dipinang itu akan di-jajak untuk mengetahui kepribadian, keterampilan, keseriusan dalam berumah tangga dan sebagainya yang berkaitan dengan si perempuan. Informasi yang diperoleh utusan keluarga laki-laki akan memantapkan pria untuk segera meminang si perempuan.
2.      TAMA BAKATOAN
Tama artinya masuk (masuk ke rumah) dan bakatoan artinya bertanya atau melamar. Dalam istilah Sumbawa tama bakatoan merupakan tahap melamar dimana pihak laki-laki datang menemui pihak perempuan. Biasanya sebelum tama bakatoan, seseorang yang diutus pihak laki-laki akan datang ke pihak perempuan untuk memberitahukan bahwa pihak laki-laki akan datang untuk tama bakatoan.
3.      SAPUTES LENG
Saputes artinya memutuskan sedangkan leng artinya kata atau perkataan. Istilah saputes ling berarti keputusan akhir. Pada tahap saputes leng ini segala biaya dan barang-barang yang harus dipenuhi pihak laki-laki untuk keperluan hajatan pernikahan nanti dibicarakan hingga tuntas sampai dengan penentuan hari-hari baik untuk akad nikah.
4.      BADA’ PANGANTAN
Bada’ artinya memberitahu dan pangantan artinya mempelai (mempelai perempuan). Secara istilah, bada’ pangantan artinya memberitahu mempelai perempuan bahwa ia akan segera dinikahkan. Biasanya yang melakukan bada’ pangantan adalah seorang Nyai yaitu istri dari tokoh masyarakat yang disegani. Contoh kalimat yang biasanya digunakan Nyai seperti berikut:

Man mo mu les tama Siti e, apa ku sabale sapara’ kau ke si Ahmad anak Nurdin
Siti, kamu jangan lagi sering keluar masuk (jalan-jalan), karena kamu akan saya letakkan serumah (nikahkan) dengan Nurdin anak dari Ahmad.

Setelah mendengar perkataan Nyai, biasanya mempelai perempuan akan menangis karena mengingat dirinya akan segera melepas masa lajangnya. Isak tangis calon mempelai perempuan akan diiringi dengan irama baguntung dan bagenang. Baguntung yaitu memukul-mukul rantok (alat tradisional Sumbawa untuk menumbuk padi) yang dilakukan oleh ibu-ibu. Bagenang artinya menabuh gendang dan gong yang biasa dilakukan bapak-bapak.
5.      BASAMULA
Basamula artinya memulai. Basamula sama maknanya dengan peletakan batu pertama pada saat membangun sebuah bangunan. Dalam kultur pernikahan Sumbawa, basamula berarti memmulai hajatan pernikahan yang dimaksud. Basamula dilakukan dengan nuja rame (menumbuk pada dengan menggunakan rantok beramai-ramai). Karena menumbuk padi merupakan pekerjaan perempuan, maka nuja rame ini dilakukan oleh ibu-ibu. Selain nuja rame, membuat minyak dari 3 butir kelapa pun dilakukan sebagai tanda hajatan besar dan sakral dimulai.
6.      NYORONG ATAU NYERAH
Nyorong atau nyerah merupakan kegiatan sorong serah yang dilakukan pihak laki-laki dengan rombongan yang besar untuk membawa hantaran kepada pihak perempuan berupa barang-barang yang telah disepakati pada saat saputis leng. Kegiatan nyorong atau nyerah diiringi dengan ratib rebana ode dan begenang. Pada saat rombongan pihak laki-laki tiba, pihak perempuan dengan rombongannya pun menyambut rombongan yang tiba diawali dengan berbalas pantun antara kedua rombongan dan dilanjutkan dengan pemotongan pita. Pada saat itulah barang-barang bawaan dari pihak laki-laki diterima pihak perempuan.
7.      SATOKAL AI’
Satokal artinya mendudukkan dan ai’ artinya air. Dalam kultur penikahan sumbawa, satokal ai’ artinya menyiapkan air dan segala keperluan untuk memandikan kedua calon mempelai, alat-alat dan bahan yang biasa digunakan pada saat satokal ai’ adalah telku batu (kendi batu), tebu, payung, pisang matang, pisang muda, dan padi gutis. Setelah semua siap, kedua calon mempelai dimandikan di atas tutuk apit yaitu sebuah bagian dari alat untuk menenun. Bagenang akan mengiringi kegiatan satokal ai’ dan memandikan kedua mempelai.
8.      BAGENANG
Bagenang adalah memukul gendang yang dikombinasikan dengan gong dan serunai (seruling) menjadi sebuah irama indah yang dalam bahasa sumbawa disebut Serama, Pakan Jaran, dll.
9.      BARODAK
Barodak artinya luluran. Barodak merupakan bagian dari serangkaian adat pernikahan sumbawa dengan cara mengenakan lulur yang dalam bahasa sumbawa disebut seme’ atau odak. Seme’ atau odak dibuat dari ramuan kulit beberapa jenis pohon yang ditumbuk halus. Barodak biasanya dilakukan 3 hari sebelum akad nikah dilaksanakan. Namun sebelum acara barodak dimulai, kedua calon mempelai dimandikan dahulu oleh sesepuh yang disebut Ina Pangantan (ina artinya ibu, pangantan artinya kedua mempelai). Pada saat barodak dimulai, maka satu persatu ibu-ibu yang terpilih (7 orang) atau tokoh adat akan mengenakan lulur kepada kedua calon mempelai pada bagian muka dan lengan diiringi dengan adat bagenang yang terdiri dari gendang, gong, dan seruling. Selama proses barodak, kedua calon mempelai diajarkan segala hal yang berhubungan dengan persiapan menjadi suami istri, salah satunya menjaga makanan dan minuman. Acara barodak pun dilanjutkan dengan rapancar (mengenakan pewarna kuku) dan ditutup dengan peniupan lilin sebagai tanda wajah kedua calon mempelai akan berseri-seri di hari pernikahannya. Setelah seluruh rangkaian barodak usai, saat itulah badait dimulai yaitu menghilangkan bulu – bulu halus dari tubuh mempelai sebagai tanda mempelai akan mengakhiri masa lajangnya.
10.   AKAD NIKAH
Seperti namanya, akad nikah merupakah upacara sakral dalam sebuah tradisi pernikahan. Di saat inilah ijab kabul dilakukan untuk meresmikan hubungan seorang laki-laki dan perempuan menjadi hubungan yang sah menurut agama dan hukum.
11.   BASAI’
Basai’ artinya menyatu. Basai’ merupakan istilah dari resepsi. Basai’ dilakukan setelah akad nikah selesai pada hari itu juga atau pada esok harinya. Pada acara basai’ ini kedua mempelai menjadi raja dan ratu semalam. Basai’ dilakukan jika kedua belah pihak sepakat untuk mengadakannya. tetapi jika keadaan tidak memungkinkan seperti adanya kendala biaya dari pihak laki-laki, maka basai’ tidak dilaksanakan. (HW_ Hendra Winata)

Narasumber:  Ibu Atun dan Ibu Hawa

sumber: 
charbell, A. 2012. adat pernikahan masyarakat suku sumbawa. tersedia pada: http://charbeell.blogspot.com/2012/05/adat-pernikahan-masyarakat-suku-sumbawa.html. diakses pada  17 september 2013 pukul 13.00 WITA.

Games, K. 2013. Adat Perkawinan Sumbawa: Nyorong Dan Barodak. Tersedia pada: http://katiano.mywapblog.com/adat-perkawinan-sumbawa-nyorong-dan-baro-2.xhtml. diakses pada 16 september 2013 pukul 18.00 WITA.



Heri. 2011. Prosesi perkawinan Adat Sumbawa. Tersedia pada: http://samawasamawa.blogspot.com/2011/12/prosesi-perkawinan-adat-sumbawa.html. diakses pada 16 september 2013 pukul 17.00 WITA.
 

Saturday, September 14, 2013

SUMBAWA BARAT SELENGGARAKAN IMS GO INTERNASIONAL


Ini merupakan pertama kalinya Kabupaten Sumbawa Barat menyelenggarakan sebuah ajang pencarian bakat modeling tingkat provinsi. Masyarakat KSB yang tergabung dalam Asosiasi Kreatif KSB bekerja sama dengan Pemda Sumbawa Barat menyelenggarakan event ini untuk menjaring putra putri KSB yang berbakat di bidang modeling.
Event yang mengusung tema “Indonesia Model Search (IMS) Go Internasional 2013: Produk Herbal Martha Tilaar Cosmetic, Wajah yang Kusam dan Suram akan Kelihatan Cantik dan Ceria, Kulit Putih Bersih dan Berseri Secara Alami” seperti yang telah direncanakan pihak penyelenggara akan dimulai dengan tahap audisi pada Jum’at 20 September 2013 pukul 14.00 WITA di lantai III gedung Sekda, Taliwang. Tak tanggung-tanggung, hajatan bergengsi yang didukung oleh PT. Newmonth Nusa Tenggara dan Start Bridge ini menggandeng Jeri Lawalata yang merupakan aktor tanah air sebagai juri. Selain itu Jeri Lawalata ditemani oleh model cantik Camelia Wulandari dan Sabrina Aritonang.
Putra putri NTB yang telah lolos audisi nantinya akan mengikuti seminar yang disatukan dengan lomba tata rias pengantin trend 2013 pada Sabtu pagi 21 September 2013. Selanjutnya final pada Sabtu malam tanggal 21 September 2013 pukul 19.00 WITA di gedung Sekda Lantai  III Taliwang. Pemenang tingkat provinsi NTB ini kemudian akan dikirim Jakarta dan  dikarantia untuk menuju grand final mulai 24 - 27 Oktober nanti. Selama di karantina, para pemenang tingkat provinsi akan dilatih oleh model dan aktor.
Ketua penyelenggara mengungkapkan Bupati Sumbawa Barat sangat senang dengan adanya IMS Go Internasional. Diakui Bupati Sumbawa Barat, IMS Go Internasional berlangsung pada waktu yang sangat tepat karena bersamaan dengan Audak Sepeda yang diikuti oleh 11 negara pada 21 September2013. Dengan begitu, KSB akan semakin ramai dengan adanya audak sepeda dan IMS Go Internasional. Selain itu, audak sepeda dan IMS go internasional nanti dipercaya akan semakin meningkatkan daya tarik pariwisata di daerah KSB. (HW_ Hendra Winata)

Thursday, September 5, 2013

Buku KWu Kelas XI SMK, Karya Guru KSB


Menjadi guru tidak hanya sebatas datang ke sekolah lalu mengajar dan pulang. Tetapi ternyata ada beberapa tugas dan fungsi lain sebagai guru yang jauh lebih penting. Seperti yang dikeluarkan oleh Ditjen Dikti P2TK tahun 2004 tentang tugas dan fungsi guru. Secara ringkas, Menurut Ditjen Dikti P2TK tahun 2004 guru bertugas dan memiliki fungsi untuk mendidik, mengajar,   membimbing dan melatih, membantu pengelolaan dan pengembangan program sekolah, dan mengembangkan keprofesionalan. Berdasarkan tugas dan fungsi itulah Masyhuri SE. M. M. bertekad untuk terus maju mengembangkan diri sebagai guru yang dapat menjalani tugas dan fungsinya dengan baik.
Masyhuri menyadari tindakan mengembangkan keprofesioalan sebagai guru pun tak kalah penting agar dapat mendidik mengajar, membimbing dan melatih, membantu pengelolaan dan pengembangan program sekolah dengan baik. Sebagai wujud tindakan itu, Masyhuri menerbitkan sebuah buku Kewirausahaan Kelas XI yang dikhususkan kepada siswa-siswa SMK. Masyhuri menerangkan penyusunan buku KWU kelas XI smk itu dilakukan dalam rangka mengikuti sayembara penulisan buku pengayaan yang diadakan Pusat Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud. Tersusunnya buku itu secara langsung dapat meningkatkan profesionalitas pada diri seorang guru.
“Seorang guru dapat berkarya salah satunya dengan cara menyusun sebuah buku untuk dapat digunakan peserta didik sebagai sumber belajar. Adanya sebuah buku hasil karya seorang guru dapat secara langsung membuktikan tingkat keprofesionalan guru. Tak hanya itu dengan sebuah buku pun pangkat seorang guru dapat dinaikkan” jelas Masyhuri.
Pak Uyik, begitu Masyhuri biasa dipanggil berharap suatu saat nanti buku yang dihasilkannya dapat digunakan oleh seluruh peserta didik SMK di Kabupaten Sumbawa Barat. Tidak menutup kemungkinan jika buku Kewirausahaan Kelas XI SMK itu lolos di sayembara penulisan buku pengayaan, maka akan dijadikan sebuah buku Kewirausahaan yang direkomendasikan secara nasional. “Menjadi guru janganlah hanya sekedar mengajar saja, selain mengajar lakukanlah sesuatu dengan cara berkarya untuk meningkatkan kualitas profesi sebagai guru. Jika tidak mampu berkarya sendiri, mulailah dengan cara bekerja sama. Ingat, satu karya jauh lebih baik daripada sejuta rencana dan wacana” Tambah uyik.
Semoga saja buku karya Masyhuri, SE. M. M. yang telah rampung itu dapat segera digunakan oleh siswa-siswa SMK se-KSB dan siswa-siswa se-Indonesia pada umumnya. Amin. (HW_Hendra Winata)