Search This Blog

Saturday, January 28, 2012

Maaf Pesawat Rusak......!!!!!!


Diceritakan di sebuah kampung hiduplah sepasang kekasih si Amat dan si Minah yang sudah lama menjalin hubungan kasih berencana dan sepakat untuk mengakhiri masa lajang mereka.
Menurut kebiasaan di kampung tersebut bahwa setiap calon pengantin sebelum akad nikah dilaksanakan, mereka diberikan diberikan petuah oleh para tetua adat atau orang yang dituakan dikampung tersebut. Kebetualan yang memberikan petuah untuk para pengantin adalah orang tua mempelai pria.
Kata si bapak kepada si anak: “kalau kita sudah berumah tangga kita harus bertanggung jawab pada pasangan kita”. Si anak hanya bisa diam dan mengiyakan petuah si bapak.
Petuah demi petuah sudah diberikan, akhirnya masuklah kepada poin inti yakni bagaimana cara menghadapi malam pertama.
Kata si bapak: “nanti kalau kamu malam pertama kamu harus pintar-pintar merayu dan jangan kamu langsung main tabrak aja”.
Si anak:”bagaimana dong caranya pak biar saya bisa malam pertama dengan sempurna, bapak tahu sendiri saya orangnya pemalu?” sahut si anak denga rasa ingin tahunya. ”kamu harus menggunakan bahasa kode karena itu yang bapak lakukan sama ibu kamu dulu dan bahasa kode ini yang dipakai oleh nenek moyang kita” jawab si bapak.
“Apa bahasa kodenya…?” sambung si anak makin penasaran.
Kata si bapak: “Begitu kalian sudah bersama dalam satu ranjang kamu harus mulai mengatakan Pesawat mau mendarat, dan istri kamu akan menjawab dengan mengatakan Landasan siap, barulah  perhelatan dahsyat bisa dimulai”.
“Bagaimana kalau istri saya tidak menegetahui bahasa kode ini, sekarang dia tidak ada di sini bersama kita?” sahut si anak dengan penuh keraguan.
“kamu tenang saja, pasti ibu kamu sudah kasi tahu dia, kamu terima beres saja nak….”. jawab si bapak sambil memberi semangat kepada anaknya.
Akhirnya tibalah sudah malam yang dinantikan, setelah akad nikah sudah selasai malampun mulai larut dan para tamu sudah pulang, kedua mempelai bersiap-siap untuk ke kamar. Setelah mereka sudah sampai diranjang, merekapun langsung tidur dan mereka bingung apa yang harus mereka lakukan sehingga suasana malam itu sangat hening, barulah si Amat ingat pelajaran yang didapat dari sang bapak.
Akhirya si Amat mengakhiri keheningan itu dengan mulai mengatakan “Pesawat mau mendarat”, si Minah hanya tersenyum dan tidak membalas karena dia bingung dengan ucapan suaminya. Karena penasaran apakah si Minah sedang menguji kesabarannya atau si Minah memang tidak tahu sama sekali tentang bahasa kode yang dia ungkapkan, akhirnya si Amat mengulangi kata-kata “ Pesawat mau mendarat” sampai tiga kali dan ternyata si Minah hanya merespon dengan senyum dan dengan wajah kebingungan. Si Amat sangat kecewa, ternya istrinya memang betul tidak faham dengan bahasa kode yang dia gunakan, akhirnya si Amat menghela nafas panjang dan melewati malam pertamanya dengan rasa kecewa yang teramat sangat.
Keesokan harinya si Minah dengan rasa penasaran memberanikan diri untuk bertanya kepada ibu mertuanya tentang ungkapan yang dia dengar dari suaminya.
Minah :”ibu saya ingin bertanya tapi ibu jangan marah”.
Si Ibu :”apa gerangan yang ingin kamu tanyakan anaku tersayang?”
Minah :”tadi malam saya bingung dengan kata-kata yang diucapkan oleh suami saya, dia katakan “Pesawat mau mendarata”, kata-kata ini dia ulang sampai tiga kali, ibu tahu apa kira-kira maksud suami saya?”
Si Ibu :”Astagaaaa….sekarang saya baru ingat nak, itu adalah bahasa kode yang biasa dipakai oleh para pengantin baru di waktu mereka malam pertama tapi ibu betul-betul lupa kasi tahu kamu nak……terus kamu balas kata-kata suami kamu dengan apa…?”
Minah :”yaa…saya hanya senyum saja karena saya bingung bu…”.
Si Ibu :”nanti kalau suami kamu mengatakan “Pesawat mau mendarat” kamu harus membalasnya dengan mengatakan “Landasan siap”.
Minah :”oke kalau begitu bu nanti malam saya akan lakukan hal itu”.
Malampun tiba dan ini adalah malam kedua bagi kedua pasangan muda ini, merkapun langsung bergegas ke kamar. Setelah keduanya berada ditempat tidur keheninganpun mulai menyelimuti, si Minah betanya-tanya dalam hati kenapa suami saya diam saja, kenapa dia tidak mengungkapkan bahasa kode itu atau apakah dia kecewa dengan sikap saya. Seribu satu macam pertanyaan muncul dalam benak si Minah, akhirnya dia berinisiatif untuk memulai mengatasai keheningan dengan mengatakan “Landasan siap” dengan sangat lembut. Karena sudah jengkel dan sangat kecewa, si Amat langsung saja membalas kata-kata istrinya dengan mengatakan “Maaf Pesawat Rusak……!!!!!” sambil menarik selimut dan langsung membelakangi istrinya. (Amydaska)

1 comment: