Search This Blog

Sunday, February 16, 2014

SADAR WISATA (BAGIAN 2)



Pertama kali saya mendengar istilah Sapta Pesona adalah ketika saya berbincang dengan salah seorang pemerhati pariwisata di wilayah KSB, Zulkarnaen, A. Md., Par. Saat itu ia mengkritik kinerja Pemda KSB dibidang pariwisata yang dinilainya masih kurang maksimal. Itu dinilainya berdasarkan Sapta Pesona yang merupakan program pemerintah itu sendiri yang tak dilakukan dengan serius. Sebagai informasi, sudah banyak daerah yang melakukan Sapta Pesona sebagai umpan untuk menarik wisatawan. Sebenarnya apa sih Sapta Pesona itu? Bisakah kita menerapkan Sapta Pesona di luar kategori pariwisata? Lebih jelasnya, Mari kita simak penjabaran berikut ini.

Sapta Pesona merupakan sebutan untuk 7 unsur pengembangan dan pengelolaan daya tarik wisata di Indonesia dan merupakan salah satu kebijakan dalam dunia pariwisata di tanah air. Sapta Pesona dilambangkan dengan gambar matahari. Tetapi lebih mirip dengan gambar bunga matahari berkelopak tujuh.  Masing-masing kelopak memiliki makna keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramahan, dan kenangan. Jadi, sapta pesona dapat dikatakan sebagai kondisi yang harus diwujudkan dalam rangka menarik minat seseroang untuk berkunjung ke suatu tempat.
Keamanan sebagai unsure yang pertama bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi wisatawan selama berlangsungnya kegiatan kepariwisataan sehingga wisatawan tidak merasa cemas dan dapat menikmati kunjungannya. Unsure ketertiban sebagai unsure kedua dalam Sapta Pesona bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang tertib bagi berlangsungnya kegiatan kepariwisataan yang mampu memberikan layanan teratur dan efektif bagi wisatawan. Selanjutnya, unsure kebersihan bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih bagi berlangsungnya kegiatan kepariwisataan yang mampu memberikan layanan higienis bagi wisatawan. Unsure kesejukan sebagai unsure ke empat bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi berlangsungnya kegiatan kepariwisataan yang mampu menawarkan suasana yang nyaman dan rasa ”betah” bagi wisatawan, kunjungan wisatawan akan lebih panjang. Sementara unsure keindahan sudah jelas bertujuan untuk menciptakan Lingkungan yang indah bagi berlangsungnya kegiatan kepariwisataan yang mampu menawarkan suasana yang menarik dan menumbuhkan kesan yang mendalam bagi wisatawan dan berpotensi terjadi kunjungan ulang. Unsure keramahan yang kita tahu merupakan ciri khas dari masyarakat Indonesia, bertujuan menciptakan lingkungan yang ramah bagi berlangsungnya kegiatan kepariwisataan yang mampu menawarkan suasana yang akrab, bersahabat serta seperti di ”rumah sendiri” bagi wisatawan, sehingga mendorong minat kunjungan ulang dan promosi yang positif bagi prospek pasar yang lebih luas. Unsur  terakhir yang selalu tak lepas dari sebuah kunjungan yaitu kenangan. Unsur kenangan ini bertujuan untuk menciptakan memori yang berkesan bagi wisatawan, sehingga pengalaman perjalanan atau kunjungan wisata yang dilakukan pun dapat terus membekas dalam benak wisatawan, dan menumbuhkan motivasi untuk berkunjung ulang. Menerapkan sapta pesona sama artinya dengan membuat kondisi suasana yang menarik dan senyaman mungkin sehinggawisatawan akan betah tinggal lebih lama, merasa puas atas kunjungannya dan memberikan kenangan indah dalam hidupnya.
 Berdasarkan penjabaran di atas, jelas sekali bahwa tujuan pelaksanaan sapta pesona begitu luas dan tidak hanya berlaku untuk kepentingan pariwisata saja. Tetapi, dapat pula diterapkan dimana saja misalnya di sector pendidikan. Zulkarnaen A. Md. Par. yang juga berprofesi sebagai guru berpendapat bahwa di sekolah juga perlu adanya Sapta Pesona.  Ini dimaksudkan agar warga sekolah yang ada akan merasa nyaman di dalamnya. Selain itu, perwujudan sapta pesona di sekolah juga berfungsi meningkatkan disiplin, rasa tanggung jawab, dan membentuk citra yang baik bagi sekolah. (HW)

No comments:

Post a Comment