Search This Blog

Wednesday, March 19, 2014

PPK Gelar Simulasi Pemilu di Desa Tapir



Melihat apa yang terjadi pada pilpres pada tahun 2009 lalu, menurut badan pusat statistic terdapat 3,79% suara yang tidak sah dari 74,81% WNI yang menggunakan hak pilihnya. Persentase suara yang tidak sah tersebut memang terlihat kecil, namun jika dikalkulasikan menurut banyak suara akan menjadi 6.479.174 suara yang tidak sah. Jumlah ini tentu bukanlah jumlah yang sedikit. Oleh karena itu, untuk mengatasi banyak suara yang tidak sah tersebut PPK Seteluk mengambil tindakan untuk menggelar simulasi pemilu di Desa Tapir khusus untuk anggota-anggota KPPS.
Simulasi ini dipandang perlu mengingat anggota-anggota KPPS merupakan kelompok yang akan bersentuhan langsung dengan para pemilih untuk dapat memberikan panduan mengenai tata cara memilih nantinya.
Pada simulasi yang dilaksanakan PPK Seteluk di kantor Desa Tapir 17 Maret kemarin, anggota KPPS tak hanya dibimbing dalam penghitungan suara sah dan tidak sah tetapi juga proses mulai dari pengelompokan pemilih dalam beberapa kategori, proses pencoblosan hingga penghitungan suara. Ketua PPK Seteluk pula mengutarakan penyebab banyaknya suara yang tidak sah salah satunya karena tanda contreng yang digunakan untuk memilih. Ditambah lagi dengan banyaknya WNI yang masih belum faham dengan istilah contreng. Sebab itulah, di pemilu setelahnya metode coblos kembali digunakan seperti sekarang ini. semoga saja dengan menggunakan metode coblos ini banyak suara yang tidak sah dapat diminimalisir, ungkapnya. (HW)

No comments:

Post a Comment