Search This Blog

Sunday, February 23, 2014

SOSIALISASI DAN UJI KEMAHIRAN BERBAHASA INDONESIA (UKB) UNTUK GURU SMP,SMA/SMK KABUPATEN SUMBAWA BARAT



(KM Mesra Seteluk 21 Februari 2014) Soialisasi dan pelaksanaan uji kemahiran berbahasa indonesia (UKBI) untuk guru SMP, SMA/SMK se- Kabupaten Sumbawa Barat pada Hari Kamis tanggal 20 Februari 2014, yang berlansung di Gedung Baitussyakur Pondok Pesantren Al-Ikhlas Taliwang berlangsung dengan lancar. Pelaksanaan kegiatan ini disambut positif dan sangat antusias  oleh peserta yang berjumlah 88 orang yang semuanya adalah guru pengampuh mata pelajaran bahasa indonesia. Terlaksananya kegiatan ini karena adanya kerjasama antara Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumbawa Barat dengan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. UKBI  merupakan salah satu instrumen uji yang dirancang untuk mengukur kemahiran berbahasa indonesia lisan dan tulis untuk penutur bahasa Indonesia. Dalam penggunaan ranah komunikasi merujuk pada ranah kecakapan hidup yang mencakup ranah kesintasan ( survival), ranah kemasyarakatan (sosial), ranah keprofesian (vokasional), dan ranah keilmiahan ( akademik ).

Tujuan utama pelaksanaan UKBI adalah untuk mengukur pengetahuan dan pemahaman peserta uji dalam penerapan kaidah bahasa Indonesia. Melalui kegiatan inilah guru bahasa Indonesia diharapkan dapat mengukur keterampilan reseptif dalam kegiatan mendengar dan mengukur keterampilan produktif  dalam kegiatan berbicara (dalam penggunaan bahasa Indonesia lisan), serta dapat mengukur keterampilan reseptifnya dalam kegiatan membaca dan mengukur keterampilan produktifnya dalam kegiatan menulis (dalam penggunaan bahasa Indonesia tulis). Pelaksanaan UKBI menerapkan rancangan tes pengukuran yang beracuan pada kriteria, yaitu berupa penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan nyata penutur bahasa Indonesia. Pemahaman terhadap kaidah bahasa yang sesuai dengan situasi tertentu untuk berkomunikasi juga harus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. “Oleh karena itu, kita berharap agar kerja sama seperti ini dapat diadakan setiap tahun sehingga hasil yang dicapai bisa memuaskan paling tidak mencapai kriteria di atas madya atau di bawah istimewa, dan pesertanya bukan hanya bapak ibu guru pengampuh bahasa Indonesia,melainkan guru-guru pengampuh mata pelajaran lain , bahkan bisa saja pesertanya dari masyarakat biasa”, ungkap DR. Syarifiddin, selaku kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat.
 pelaksanaan UKBI terdapat lima bagian instrumen tes yang diukur, yaitu mendengarkan untuk mengukur pemahaman dengaran, merespon kaidah untuk mengukur kepekaan penerapan kaidah bahasa Indonesia, membaca untuk mengukur pemahaman bacaan, menulis untuk mengukur keterampilan menulis, dan berbicara untuk mengukur keterampilan berbicara. Tetapi pada saat itu instrumen menulis dan berbicara tidak ujikan karena alasan tertentu. “Dengan menggunakan ketiga instrumen Kami berharap semoga hasil yang kami peroleh bisa mendapat predikat istemewa”,kata salah seorang peserta yang baru pertama kali mengikuti UKBI. Dalam pemeringkatan hasil UKBI ada tujuh predikat yang kita peroleh dan itu semua tergantung dari jumlah skor. Predikat terendah yaitu terbatas dengan jumlah skor 0-149, sedangkan predikat tertinggi yaitu istimewa dengan jumlah skor 750-900.
Kegiatan UKBI di gedung Baitussyakur pondok pesantren Al-Ikhlas ini dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Drs. Amiruddin DH, M.Si. dalam sambutannya beliau berharap agar kerjasama seperti ini akan selalu diadakan, bukan hanya untuk guru mata pelajaran bahasa Indonesia SMP, SMA/SMK saja, tetapi juga Guru SD, bahkan masyarakat umum Kabupaten Sumbawa Barat. Dan mudah-mudahan dengan adanya kerjasama seperti ini kemampuan serta etika dalam berkomunikasi dapat kita tingkatkan.(Delfikha)

No comments:

Post a Comment